10 NASIHAT UNTUK REMAJA (+16):D

Minggu, 17 Juni 2012

bismillah
Assalamu'alaikum warahmatullahiwabarakatuh,
Segala puji hanya bagi Allah subhanahu wa ta’ala, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah shalallahu ‘alai wasallam, dan aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi -Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan -Nya.
Pada postingan kali ini sengaja gua(redaksi) mengangkat sebuah postingan yang sebenarnya pernah dibawakan oleh sumber yang lain dengan judul 10 Nasihat Untuk Remaja Muslim.Kali ini postingan gua cover dan gua kemas lebih ringan agar lebih menarik dan mudah dipahami khususnya untuk anak remaja.kenapa harus remaja?kenapa gak 10 Nasihat Umum atau Nasihat Orang dewasa dsb?Karena pada faktanya remaja adalah masa-masa yang tidak dapat lagi dipungkiri keanehannya.Sebab pada masa remaja adalah terjadinya pertempuran di dalam fikiran ataupun jiwa,yang terkadang dapat mempengaruhi psikolog dan akhlak seorang remaja.Dibandingkan orang-orang dewasa yang normalnya mereka berfikir matang dan melakukan berfikir sebelum berbuat.langsung saja cekidot..
1.Remaja Yang Bertaqwa
Bertaqwa adalah sifat yang paling utama di dalam Agama yang mulia ini,apabila kita sudah meyakini dan menekuni ketaqwaan kepada Allah Azza wa jalla.Insya Allah kita akan terjaga dari keburukan yang muncul dan Nampak di depan mata kita.Karena kita sudah meyakini keberadaan kita sebagai seorang muslim yang bertaqwa yaitu menaati segala perintahNya dan menjauhi laranganNya.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." (QS. Ali Imran [3] : 102)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”(QS.AL-Hujurat:1)
 
Semua orang Islam tahu bahwa seorang muslim wajib bertaqwa kepada Allah,
dan bahkan orang non muslim pun tahu. 
Ringkas pengertian bertaqwa menurut Thalq bin Habib rahimahullah mengatakan, 
 
“Taqwa adalah kamu mengerjakan ketaatan kepada Allah dengan 
bimbingan cahaya dari Allah dengan mengharap pahala dari Allah, 
dan kamu meninggalkan kemaksiatan kepada Allah dengan bimbingan
 cahaya dari Allah disertai rasa takut akan siksaan dari Allah.” 
(Tafsir al-Qur’an al-’Azhim [6/222])
2.Mengidolakan Rasulullah Salallahu’alaihiwasalam dan para Sahabatnya
Setelah itu salah satu point  motivator kita dalam berakhlak dan beragama adalah mengidolakan Baginda kita dan junjungan kita yang memiliki sifat yang sangat mulia di dunia ini yaitu Rasulullah Salallahu’alaihiwasallam dan juga para sahabatnya.Percayalah.setelah kita mengerti tentang ketaqwaan kepada Allah maka kita akan secara otomatis mengenal,mencintai,merindukan Nabi Salallahu’alaihiwasallam.Selain sahabat juga kita hendaknya mengidolakan para tabi’in,tabiut’tabi’in,para ulama-ulama,dan orang-orang yang selalu istiqomah di jalan mereka radiallahuanhum.Rasulullah bersabda:
Sebaik-baik manusia adalah pada kurunku. Kemudian orang-orang yang berikutnya(tabi’in), lantas orang-orang yang berikutnya(tabiut tabi’in).” (HR. Al-Bukhari).
Tidak ada jalan menuju surga kecuali jalan yang telah ditunjuki Rasulullah Salallhu’alaihiwasalam,tidak ada jalan yang menuju Allah subhanahuwata’ala kecuali jalan yang telah di pancangkan oleh Rasulullah salallahu’alaihiwasallam” &
“Mentaati Rasulullah adalah kemuliaan,mentaati Rasulullah merupakan kebahagiaan.Sebaliknya,mereka yang memaksiati Rasulullah salallahu’alaiwasallam kelak ia akan dimasukkan ke neraka jahannam” – Abu yahya badrussalam
Rasulullah salallahu’alaihiwasallam bersabda,
“Seluruh umatku akan masuk surga, kecuali yang enggan.” Maka dikatakan: “Wahai Rasulullah siapa yang enggan?” Beliau menjawab: “Barang siapa yang menaatiku maka dia pasti masuk surga dan barangsiapa yang mendurhakaiku maka sungguh dia telah enggan (masuk surga).” (HR. Al-Bukhari)






Allah Subhanahuwata’ala menjadikan Agama Islam sempurna
http://www.alquran-indonesia.com/images/alquran/s005/a003.png
“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah [394], daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya [395], dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah [396], (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini [397] orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa [398] karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Rasulullah salallahu’alaihiwasalam adalah pembawa risalah “Agama Islam” yang telah Allah sempurnakan,maka wajib bagi setiap umat islam untuk mengikuti petunjuk Rasulullah salallahu’alaihiwasalam
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 59:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu”. (an-Nisaa:59)
Setiap anak remaja mempunyai idolanya masing-masing,tapi alangkah baiknya jika kita mengidolakan Rasulullah sebagai panutan kita.Karena kelahiran Rasulullah adalah rahmat bagi seluruh alam,dan merupakan nikmat terbesar yang diberikan Allah azza wa jalla untuk  umat manusia.Beliau dibimbing oleh Allah yang Maha Tinggi. Karena itu ucapan-ucapan serta perbuatan-perbuatan beliau merupakan petunjuk Allah. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah perantara yang dipilih Allah untuk menyampaikan pesan terakhirnya kepada ummat manusia. Allah berfirman:
قَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِير
"Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suatu tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah dan keselamatan dihari kiamat dan banyak mengingat Allah." (Qs. Al-Ahzab : 21)
Point penting ini ditekankan dan diabadikan oleh Allah dalam ayat berikut, yang artinya:
"Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)." (Q.S. An-Najm:3-4).
Dalam sebuah hadits di dalam sunan Abu Dawud diriwayatkan:
Diriwayatkan dari Hafs ibn Umar dari Syu’bah dari Abi ‘Awn dari al-Harits ibn ‘Amr ‘ibn saudaranya al-Mughirah ibn Syu’bah dari seseorang dari Hams yang merupakan sahabat Mu’adz bin Jabal, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika hendak mengutus Mu’adz ke Yaman, bersabda, “Bagaimana Engkau menetapkan hukum ketika datang padamu suatu perkara ?” Mu’adz menjawab, “Aku menetapkannya berdasarkan kitab Allah”, Rasulullah bersabda, “Jika tidak engkau temukan dalam kitab Allah ?”, Mu’adz menjawab, “Maka aku tetapkan dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”, Rasulullah bersabda, “Jika tidak engkau temukan dalam sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan di dalam kitab Allah ?”, Mu’adz menjawab, “Aku bersungguh-sungguh berijtihad dengan akalku (dengan berpedoman kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya)”, mendengar jawab tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menepuk-nepuk dada Mu’adz (dengan gembira) dan bersabda, “Alhamdulillah yang telah memberi taufiq kepada utusan Rasulullah sebagaimana diridhai oleh Rasulullah”.

Sunnah-sunnah nabi (meneladani sunnah Rasulullah salallahu’alaihiwasalam)
Diwaktu Yaumul hisab kita akan di Tanya untuk apa waktu-waktu di dunia kita habiskan,harta yang kita dapat diperoleh darimana,dan untuk apa.Sungguh sangat menyedihkan jika kita nanti menyesal karena kesia-siaan kita di dunia.Mulai sekarang lakukan apa yang bisa kita lakukan,perhatikan Allah berfirman dalam Alqur’an”bertakwalah kepada Allah semampu kalian… (Albaqoroh:286)”yang maksudnya ialah agar kita melakukan amalan atau kebaikan sesuai kemampuan kita saja bukan u/ berlebih-lebihan.Segala sesuatu itu dimulai dari yang termudah,mari kita bahas sunnah-sunnah nabi dan mari kita aplikasikan di kehidupan sehari-hari.
1.Mengaji dan Mengkaji Al-Qur’anulkariim
Dalilnya adalah hadits Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah salallahu’alaihiwasallam  bersabda:

“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah (Al Qur`an) maka dia mendapatkan satu kebaikan, dan satu kebaikan akan dijadikan sepuluh kali lipatnya. Saya tidak mengatakan “Alif Laam Miim” itu satu huruf, akan tetapi “Alif” itu satu huruf, “Laam” satu huruf, dan “Miim” satu huruf.” [HR At Tirmidzi (2910). Hadits shahih]
hadits Abdullah bin Amr radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah bersabda, yang artinya:

“Dikatakan kepada orang yang membaca Al Qur`an: Bacalah, naiklah/meningkatlah, dan bacalah dengan baik dan benar (tartil) sebagaimana dahulu kamu melakukannya ketika di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu berdasarkan ayat terakhir yang kamu baca.” [HR Abu Daud (1464) dan At Tirmidzi (2914). Hadits hasan]
2.Puasa/Shaum sunnah
Puasa sunnah adalah puasa yang oleh nash-nash syar'i dianjurkan untuk dikerjakan, yaitu:
1.      Puasa enam hari pada bulan Syawwal.
2.       Puasa hari Arafah bagi orang yang tidak sedang menunaikan ibdah haji.
3.       Puasa hari Asyura (puasa pada tanggal 10 Muharram) dengan satu hari sebelum atau sesudahnya.
4.       Puasa hari-hari bidh (putih, yakni hari-hari di saat terjadi bulan purnama-ed), yaitu hari ke-13,    14 dan 15 pada setiap bulan Hijriyyah.
5.       Puasa hari Senin dan Kamis.
6.       Memperbanyak puasa pada bulan Sya'ban dan Muharram.
7.       Puasa Nabi Dawud (sehari puasa, sehari tidak puasa).
8.       Puasa sepuluh hari di bulan Dzulhijjah.
9.       Puasa bagi orang yang belum mampu menikah.(puasa untuk menghindari perzinahan)

3.Sholat Wajib di masjid bagi laki-laki dan Sholat Sunnah
"Sholatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku sholat " (HR Ahmad dan Bukhari dari Malik bin al-Huwairits)

Wajib bagi lelaki melaksanakan shalat wajib berjamaah di Masjid dan tidak sah shalat tanpa berjamaah di Masjid kecuali jika ada udzur.udzur-udzur sholat berjama’ah di masjid:
-          Hujan deras
-          Ada yang membahayakan di jalan
-          Safar(dalam perjalanan)
-          Sudah adzan sedangkan makanan sudah hidang
-          Mengantuk berat

Sabda Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wasallam :
hadits
Siapa yang mendengar adzan lalu tidak mendatanginya,
maka tidak ada shalat baginya kecuali ada udzur.
(HR Abu Dâwud dan Ibnu Mâjah.
Hadits ini dinilai shahîh oleh Syaikh al-Albâni rahimahullâh
dalam Misykatul-Mashâbih 1077 dan Irwâ'; al-Ghalîl no. 551)

Hadits Abu Hurairah radhiyallâhu'anhu yang diriwayatkan dalam Shahîh al-Bukhâri, bahwa Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wasallam bersabda:
hadits
Demi Dzat yang jiwaku ada ditangan-Nya.
Sungguh aku ingin memerintahkan
untuk mengumpulkan kayu bakar lalu terkumpul,
kemudian memerintahkan untuk shalat dan diadzankan.
Kemudian aku perintahkan seseorang untuk mengimami shalat,
lalu aku pergi melihat orang-orang
dan membakar rumah-rumah mereka.
(HR al-Bukhâri)
Hadits Abu Hurairah radhiyallâhu'anhu yang diriwayatkan dalam Shahîh Muslim:hadits
hadits
Seorang lelaki buta menjumpai Nabi shallallâhu 'alaihi wasallam
dan berkata:
"Wahai Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wasallam sungguh aku tidak memiliki
seorang penuntun yang menuntunku berjalan ke masjid.
Lalu ia memohon kepada Rasulullah shallallâhu 'alaihi wasallam
agar diberikan keringanan sehingga boleh shalat di rumahnya.
Lalu beliau shallallâhu 'alaihi wasallam membolehkannya.
Ketika orang tersebut berpaling pergi,
beliau memanggilnya dan bertanya:
"Apakah kamu mendengar adzan shalat?"
Ia menjawab: "Ya".
Beliau pun menyatakan: "Maka datangilah!" .


Sholat-sholat sunnah
Beliau bersabda:
“Barangsiapa menjaga dalam mengerjakan shalat sunnah dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan rumah untuknya di surga, yaitu empat rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat setelah zhuhur, dua rakaat setelah maghrib, dua rakaat setelah isya` dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR. At-Tirmizi no. 379 dan An-Nasai no. 1772 dari Aisyah)
Sholat rawatib           :          
a. 2 rakaat sebelum subuh, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.
b. 2 rakaat sebelum zuhur, dan bisa juga 4 rakaat.
c. 2 rakaat setelah zuhur
d. 4 rakaat sebelum ashar
e. 2 rakaat setelah jumat.
f. 2 rakaat setelah maghrib, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.
g. 2 rakaat setelah isya, dan sunnahnya dikerjakan di rumah.

Sholat Duha
Shalat Dhuha ialah shalat sunat yang dikerjakan setelah terbitnya matahari, sekurang-kurangnya dua rakaat.
Allah berfirman:Wahai anak Adam, ruku’lah (shalatlah) untuk-Ku empat rakaat dari awal siang niscaya Aku akan mencukupimu pada akhir siangmu.” (HR. At-Tirmidzi no. 475, ia berkata, “Hadits ini hasan gharib.” Dishahihkan Al-Imam Al-Albani t dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi)
Sholat Witir
SHALAT WITIR
Shalat witir merupakan shalat nafilah yang dilakukan di malam hari dengan bilangan ganjil dan merupakan akhir dari shalat lail/tahajjud, berdasarkan sabda Rasulullah n:
 “Jadikanlah witir sebagai akhir shalat kalian di waktu malam.” (HR. Al-Bukhari no. 998 dan Muslim no. 1752)
Shalat Sunat Wudhu'
Setiap selesai berwudhu' disunatkan mengerjakan shalat wudhu' dua rakaat.
Shalat Tahiyatul Masjid
Shalat Tahiyatul Masjid ialah shalat sunat dua rakaat yang dikerjakan ketika seseorang masuk ke masjid, sebelum ia duduk di dalam masjid.
Shalat Tahajjud
Shalat Tahajjud ialah shalat sunat yang dikerjakan malam hari sesudah shalat 'Isya dan sesudah tidur malam sampai terbit fajar, sedikitnya
dua rakaat dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas.
Shalat Istikharah
Shalat Istikharah ialah shalat sunat dua rakaat yang dikerjakan ketikaseseorang akan mengerjakan suatu pekerjaan yang ia ragu-ragu apakah pekerjaan itu baik atau tidak untuk dilaksanakan. Shalat Istikharah juga dapat dilakukan ketika seseorang dihadapkan pada dua pilihan yang ia harus memilih salah satu diantara keduanya.


3.Mematuhi Orang Tua
Pada masa remaja tumbuh suatu pemikiran yang dimana mereka berpikir dan merasa “Ah!gue kan udah gede..” & “Ih!gue bukan anak kecil lagi!gue gak mau di atur-atur lagi..” polemik seperti ini biasanya muncul dikarenakan perasaan seorang anak yang merasa dirinya tidak perlu lagi untuk di awasi orang tua dan berfikir bahwa dia telah besar dan berhak untuk melakukan kebebasan sebebas-bebasnya.Sehingga terkadang mereka lepas kendali dan tak terkontrol kegiatannya oleh orang tuanya juga terbentuknya pribadi yang membangkang kepada orang tua.
Seperti tersurat dalam surat al-Israa' ayat 23-24, Allah Ta’ala berfirman:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.’” [Al-Israa' : 23-24]
Dalam surat al-‘Ankabuut ayat 8, tercantum larangan mematuhi orang tua yang kafir jika mereka mengajak kepada kekafiran:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا ۖ وَإِنْ جَاهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۚ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan Kami wajibkan kepada manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau patuhi keduanya. Hanya kepada-Ku tempat kembalimu, dan akan Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” [Al-‘Ankabuut (29): 8] Lihat juga surat Luqman ayat 14-15.
Hal yang perlu kita ingat pada orang tua kita adalah jasa-jasa mereka selama merawat kita dari kecil dan sampai kita bisa tumbuh sebesar ini.
Seperti yang dikatakan oleh sahabat Abdullah bin Umar.
 Suatu ketika Abdullah bin Umar melihat seorang pemuda menggendong ibunya bertawaf dan kemana pun ibunya meminta pergi. Kemudian orang tersebut bertanya kepada Abdullah bin Umar, “Wahai Abdullah bin Umar, dengan perbuatanku ini apakah aku bisa membalas semua jasa ibuku?” Abdullah bin Umar menjawab, “belum setetes pun engkau dapat membalas semua kebaikan kedua orang tua mu.”
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu,
“Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)
Berbakti kepada orang tua merupakan Amal Yang Paling Utama
‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu berkata.

سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: اَلصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا، قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: بِرُّالْوَالِدَيْنِ، قَالَ: قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ

Aku bertanya kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, ‘Amal apakah yang paling utama?’ Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Shalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya).’ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?’ Nabi menjawab: ‘Berbakti kepada kedua orang tua.’ Aku bertanya lagi: ‘Kemudian apa?’ Nabi menjawab, ‘Jihad di jalan Allah’
Ridha Allah Bergantung Kepada Ridha Orang Tua
Sesuai hadits Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, disebutkan:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ، وَسُخْطُ الرَّبِّ فِي سُخْطِ الْوَالِدِ

“Darii ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash radhiyallaahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ridha Allah bergantung kepada keridhaan orang tua dan murka Allah bergantung kepada kemurkaan orang tua”
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَاناً حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهاً وَوَضَعَتْهُ كُرْهاً وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْراً حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Qs. Al-Ahqaaf : 15)
BENTUK-BENTUK DURHAKA KEPADA KEDUA ORANG TUA
1. Menimbulkan gangguan terhadap orang tua, baik berupa perkataan atau pun perbuatan yang mem-buat orang tua sedih atau sakit hati.
2. Berkata “ah” atau “cis” dan tidak memenuhi pang-gilan orang tua.
3. Membentak atau menghardik orang tua.
4. Bakhil atau kikir, tidak mengurus orang tuanya, bahkan lebih mementingkan yang lain daripada mengurus orang tuanya, padahal orang tuanya sangat membutuhkan. Seandainya memberi nafkah pun, dilakukan dengan penuh perhitungan.
5. Bermuka masam dan cemberut di hadapan orang tua, merendahkan orang tua, mengatakan bodoh, “kolot”, dan lain-lain.
6. Menyuruh orang tua, misalnya menyapu, mencuci atau menyiapkan makanan. Pekerjaan tersebut sangat tidak pantas bagi orang tua, terutama jika mereka sudah tua dan lemah. Tetapi, jika si ibu melakukan pekerjaan tersebut dengan kemauannya sendiri, maka tidaklah mengapa, dan karena itu seorang anak harus berterima kasih dan membantu orang tua.
7. Menyebut kejelekan orang tua di hadapan orang banyak atau mencemarkan nama baik orang tua.
8. Memasukkan kemungkaran ke dalam rumah, misalnya alat musik, mengisap rokok, dan lain-lain.
9. Lebih mentaati isteri daripada kedua orang tua. Bahkan ada sebagian orang yang tega mengusir ibunya demi menuruti kemauan isterinya.
Nas-alullaahas salaamah wal ‘aafiyah
10. Malu mengakui orang tuanya. Sebagian orang merasa malu dengan keberadaan orang tua dan tempat tinggal ketika status sosialnya meningkat. Tidak diragukan lagi, sikap semacam itu adalah sikap yang sangat tercela, bahkan termasuk kedurhakaan yang keji dan nista.
4.Berteman dengan teman yang baik
Merupakan hal yang wajib seorang remaja muslim terapkan,yaitu memilih teman yang baik.Seperti apa yang dikatakan teman yang baik?Teman yang baik adalah teman yang senantiasa mengajak kita kepada kebaikan dan mencegah daripada keburukan.Bukan seperti prinsip yang ada pada masyarakat Indonesia sekarang ini”bertemanlah sama siapa saja,jangan suka milih-milih teman!”Sehingga kata-kata ini terkadang diserap begitu saja tanpa pikir panjang,
Teman memiliki pengaruh yang besar sekali. Rasulullah bersabda,
“Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).
“Jangan berteman, kecuali dengan orang mukmin, dan jangan memakan makan-anmu kecuali orang yang bertakwa.” (HR. Ahmad dihasankan oleh al-Albani)
Dan mencintai karena Allah subhanahuwata’ala
Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam hadits Abu Hurairah  Radhiallaahu anhu , diceritakan,
“Dahulu ada seorang laki-laki yang berkunjung kepada saudara (temannya) di desa lain. Lalu ditanyakan kepadanya, ‘Ke mana anda hendak pergi? Saya akan mengunjungi teman saya di desa ini’, jawabnya, ‘Adakah suatu kenikmatan yang anda harap darinya?’ ‘Tidak ada, selain bahwa saya mencintainya karena Allah Azza wa Jalla’, jawabnya. Maka orang yang bertanya ini mengaku, “Sesungguhnya saya ini adalah utusan Allah kepadamu (untuk menyampaikan) bahwasanya Allah telah mencintaimu sebagaimana engkau telah mencintai temanmu karena Dia.”
Banyak dari remaja-remaja yang menurut gua pada masa ini sudah parah dan bisa dikatakan masuk stadium 4 yang kronis(red:parah).Gua sendiri sebagai remaja yang hidup di tengah-tengah dunia remaja yang parah pernah mengalaminya.Dan setelah gua sadari memang yang banyak mempengaruhi kita untuk berkehidupan dan berakhlak adalah teman-teman kita dan lingkungan.Maka dari itu Rasulullah salallahu’alaihiwasallam berkata:
“Permisalan teman duduk yang baik dan teman duduk yang jelek seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. (Duduk dengan) penjual minyak wangi bisa jadi ia akan memberimu minyak wanginya, bisa jadi engkau membeli darinya dan bisa jadi engkau akan dapati darinya aroma yang wangi. Sementara (duduk dengan) pandai besi, bisa jadi ia akan membakar pakaianmu dan bisa jadi engkau dapati darinya bau yang tak sedap.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dengarkanlah berita dari Al-Qur`an yang mulia tentang penyesalan orang zalim pada hari kiamat nanti karena dulunya ketika di dunia berteman dengan orang yang sesat dan menyimpang, hingga ia terpengaruh ikut sesat dan menyimpang.

 وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَالَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً. يَاوَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلاً.
لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا

“Dan ingatlah hari ketika itu orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata, ‘Aduhai kiranya dulu aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, andai kiranya dulu aku tidak menjadikan si Fulan itu teman akrabku. Sungguh ia telah menyesatkan aku dari Al-Qur`an ketika Al-Qur`an itu telah datang kepadaku.’ Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.” (Al-Furqan: 27-29)
 Seperti permisalan yang lain,misalkan kita mempunyai seorang teman baik kemudian saat sedang ngobrol tiba-tiba suara adzan berkumandang lantas teman kita itu mengajak kita untuk pergi ke masjid untuk sholat berjama’ah,padahal pada awalnya kita tidak terpikirkan untuk sholat apalagi sholat berjama’ah,tetapi karena teman baik kita sudah mengajak mau tidak mau kita yang seorang muslim juga akhirnya berangkat ke masjid dan sholat berjama’ah.
Dan permisalan dengan teman yang buruk,misalkan kita mempunyai seorang teman yang hobinya mabuk dan nyimeng(red:ganja) kemudian saat berjumpa di jalan di ajaklah kita ketempat noongkrongnya,ya mau tidak mau kita ikut saja.Ketika sampai dan duduk-duduk temannya langsung menawarkan minuman dan rokoknya akan tetapi kita menolak karena tidak suka atau bisa juga ikut karena terpengaruh bujukan teman kita.Lalu tanpa kita sadari teman-teman kita yang lainnya,tetangga kita,dan orang-orang yang lewat melihat dan menimbulkan image yang buruk dan ternyata tiba-tiba terjadi penggerebekkan oleh petugas keamanan,kita yang minum ataupun kita yang Cuma duduk-duduk saja otomatis kena grebek juga dan kena pukul oleh petugas.itulah permisalan yang buruk,kita berlindung kepada Allah azza wajalla dari kejelekan dan keburukan..
Persahabatan yang dijalin karena kepentingan duniawi tidak mungkin bisa langgeng.
 Bila manfaat duniawi sudah tidak diperoleh biasanya mereka dengan sendirinya berpisah bahkan mungkin saling bermusuhan. Berbeda dengan persahabatan yang dijalin karena Allah, mereka akan menjadi saudara yang saling mengasihi dan saling membantu, dan persaudaraan itu tetap akan berlanjut hingga di negeri Akhirat.
Allah berfirman, artinya, “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67)
Ya Allah, anugerahilah kami hati yang bisa mencintai teman-teman kami hanya karena mengharap keridhaan-Mu. Amin. (Ibnu Umar)
5.BERBICARA YANG BAIK
(menyusul..)
6.MENYERU KEPADA KEBAIKAN DAN MENCEGAH DARIPADA KEBURUKAN(AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR)
(menyusul..)
Quote dan motivator untuk para remaja(wajib baca!):
"Dosa yang membuat Anda merasa hina di hadapan Allah lebih dicintai-Nya daripada ketaatan yang membuat Anda sombong."(Muhammad bin Abdullah Ad-Duwaisy)
“Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang bersabar di atas agamanya seperti memegang bara api”. (HR At Tirmidzi)
"Sesungguhnya di belakang kalian ada suatu hari, kesabaran di dalamnya seperti 
memegang bara api, orang yang beramal pada hari-hari semacam ini pahalanya 
seperti 50 orang yang beramal seperti amalnya kalian."
 
Berkata Ath-Thibi tentang hadits ini: "Maknanya sebagaimana tidak mampunya 
seorang pemegang bara api untuk sabar karena menghanguskan tangannya seperti 
itu pula keadaan seorang yang beragama, pada hari itu, tidak mampu untuk tetap 
di atas agamanya karena banyaknya pelaku maksiat dan pelaku maksiat, 
tersebarnya kafasikan dan lemahnya iman."
 
diriwayatkan dari 
Hudzaifah:
"Bahwasanya ketika manusia bertanya kepada Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa 
sallam tentang kebaikan, aku bertanya kepada beliau tentang kejelekan, karena 
khawatir akan menimpa diriku, maka aku berkata, "Wahai Rasulullah shalallaahu 
'alaihi wa sallam sesungguhnya kami dahulu dalam keadaan jahiliyah dan 
kejelekan, maka Allah datangkan  kepada kami kebaikan, maka apakah setelah 
kebaikan ini ada kejelekan?" Beliau menjawab, "Ya". Maka aku berkata, "Apakah 
setelah kejelekan itu ada kebaikan?" Beliau menjawab, "Ya, tapi padanya ada 
dakhan (kotoran)". Aku berkata, "Apa dakhannya?". Beliau menjawab, "Kaum yang 
mengerjakan sunnah bukan dengan sunnahku, dan memberi petunjuk bukan  dengan 
petunjukku, engkau kenali mereka tapi engkau ingkari". Maka aku berkata, 
"Apakah setelah kebaikan tersebut akan muncul kejelekan lagi?"  Beliau 
menjawab, "Ya, adanya dai-dai yang berada di atas pintu jahannam, barangsiapa 
yang memenuhi panggilannya akan dilemparkan ke neraka jahannam". Aku berkata, 
"Wahai Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam terangkan ciri-ciri mereka". 
Beliau berkata, "Mereka adalah suatu kaum yang kulitnya sama dengan kulit kita, 
bahasanya juga sama dengan bahasa kita". Aku berkata, "Apa yang engkau 
perintahkan jika aku mengalami jaman seperti itu?" Beliau berkata, 
"Berpeganglah dengan jama'ah muslimin dan imam mereka". Aku bertanya, 
"Bagaimana jika tidak ada jama'ah dan imam?" Beliau menjawab, "Tinggalkan semua 
firqah, meskipun kamu harus menggigit akar pohon hingga kamu mati dan kamu 
dalam keadaan seperti itu ."(6)
 
NB: Kalo ada kekurangan dan kesalahan saya mohon dimaafkan dan juga minta komennya,kesalahan datangnya dari manusia dan kebenaran adalah datangnya dari Allah dan RasulNya.
Subhanaka wabihamdik,asyhaduanlailahaila anta,astaghfiruka wa’autubuilaih.Semoga manfaat Barakallahufik!
Wa ‘alaikumsalam warahmatullahiwabarakatuh..



2 komentar:

Ndari Wahyuni mengatakan...

:) (y)

parwah djangkreek mengatakan...

barakallahu fii kum:'')

Posting Komentar

Entri Populer

Ta'lim ONline

Twitter Portal

Twitter Updates

Quam un skeptic

Nostrum and exerci
Delete this widget in your dashboard. This is just an example.

Samged familie

Nostrum and exerci
Delete this widget in your dashboard. This is just an example.

Faucibus tincidunt

Nostrum and exerci
Delete this widget in your dashboard. This is just an example.